SEMANGAT JUANG
Mimpi
adalah hal yang dimiliki oleh semua orang yang ada di muka bumi ini. Mimpi
bagaikan beragam warna dan kehidupan adalah kertasnya. Tanpa adanya mimpi
kehidupan akan terasa semu dan menjenuhkan.Namun, apa yang membuat kita dapat
meraih mimpi itu ?
Dengan
kerja keras, semangat, tekad, doa, dan restu dari orang tua yang dapat membuat
mimpi itu menjadi nyata.
Impossible
it’s nothing…
Benarkah
itu ?
Ya,
benar sekali menurutku
Seperti hukum newton yang
mengatakan jika usaha akan sebanding dengan hasil yang didapat… Maka raihlah
mimpimu dengan seluruh kekuatanmu, yakinkan dirimu untuk semua targetmu. Jangan
pernah menoleh atas keputus asaan, dan hinaan, tapi teruslah berlari untuk
dapatkan mimpi itu…. (Okvi_Ev)
Bulan
Januari tiba, saatnya kami melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah menengah
atas untuk mengenalkan tentang beasiswa yang kami dapat disini. Beasiswa yang
mengantarkan kami kepada mimpi kami, dan beasiswa yang menyatukan kami dalam
indahnya persaudaraan.
Nama
saya Eva Oktaviani, mahasiswi fakultas kehutanan, Universitas Mulawarman
angkatan 2015. Saya adalah etoser Kalimantan, yang berasal dari sebuah desa
yang terpencil di Jawa Barat.
Tugas
sosialisasi ini, kami laksanakan setiap tahun tepatnya awal tahun untuk
mengenalkan tentang beasiswa ini kepada adik-adik dan teman-teman di sana yang
membutuhkannya. Ya, bukan hanya membutuhkan materi namun juga membutuhkan
semangat dan motivasi. Alasan jelas yang membuat mereka berani untuk melangkah.
Melangkah merajut asa.
Keberadaan
saya di pulau Kalimantan terhitung belum lama, namun tak menghentikan langkah
saya untuk memberikan harapan kepada adik-adik saya yang membutuhkan motivasi
seperti pengalaman saya dulu.
Kuliah
dengan beasiswa adalah dambaan setiap orang di dunia. Selain untuk meringankan
beban orang tua, namun juga bisa menjadi jembatan untuk teman-teman yang
memerlukan motivasi.
Menelusuri
sepanjang jalan di Samarinda untuk menemukan sekolah-sekolah untuk kami
sosialisasi.
Karena
alamat sekolah, kami cari sendiri dan karena ada masukan dari teman untuk
mendatangi suatu desa yang belum tersentuh. Akhirnya saya berinisiatif untuk
mencari sekolah yang belum terdapat alamatnya. Sebelum sosialisasi, biasanya
kami melist alamat sekolah terlebih
dahulu untuk memudahkan pencarian kami. Namun saya mencoba untuk mendatangi
sekolah yang tidak masuk list, karena
rasa penasaran saya yang begitu besar untuk menemukan sekolah yang perlu banyak
motivasi dari saya. Informasi itu sangat penting, terlebih lagi jika kita sudah
memiliki keinginan namun tidak mampu dan tidak tahu apa-apa. Pasti rasa takut
yang mengahantui, sehingga keinginan itupun perlahan mulai hilang.
Tak
berapa lama saya melakukan perjalanan, tibalah saya di suatu sekolah menegah
kejuruan. Sekolahnya masuk ke dalam gang. Sekolah tersebut hening, sejuk dan
lumayan rindang. Awalnya saya ragu untuk masuk, karena saya kira seluruh
siswanya sudah pulang. Namun ketika saya bertemu dengan staffnya, mereka sangat
menyambut dengan baik dan setelah melakukan percakapan singkat, akhirnya saya
diperbolehkan untuk melakukan sosialisasi dengan waktu yang ditentukan.
Beberapa
hari kemudian saya datang lagi untuk melakukan sosialisasi. Setelah saya masuk
ke dalam kelas, tampak seluruh siswa duduk dan menatap saya. Semua siswa yang
di dalam kelas laki-laki, sehingga membuat saya agak gugup karena anak
laki-laki akan cenderung mengabaikan acara-acara seperti ini fikir saya.
Setelah mulai perkenalan, saya mulai merasa adik-adik disana sangat santai dan
akrab. Saya pun berbagi cerita dengan mereka dan melakukan sosialisasi dengan
penuh semangat. Sering diantara merekapun yang mengajukan beberapa pertanyaan
kepada saya, namun memang ada juga yang acuh tak acuh ada pula yang hanya
senyum-senyum.
Ada
satu pertanyaan yang mereka berikan kepada saya, yang membuat saya terdiam dan
berfikir dalam
“Kak,
kami itu dari SMK kami di persiapkan untuk bekerja, apakah setelah bekerja dulu
masih bisa masuk kuliah dengan jalur raport dan mendapat beasiswa ? Sedangkan
kami pun tidak terlalu pintar. Saya harus membantu orang tua saya dulu kak”
Saya
pun terdiam, karena saya merasa pernah mengalami masalah tersebut ketika saya
diposisi mereka dulu.
Dimana
saya memiliki tanggung jawab atas keluarga dan mimpi saya.
Seorang
anak, sejatinya adalah sebatang pohon yang masih muda, yang belum banyak memiliki
cabang dan belum tahu apakah dia bisa tumbuh dengan subur atau tidak. Jika seorang
anak diberi beban orang dewasa semasa mereka masih begitu muda, entah apa yang
terjadi. Mentalnya belum terkontrol, hatinya masih penuh dengan keraguan dan
mereka belum dapat menentukan kehidupannya.
Indonesia
terdiri dari sumber daya manusia yang terhitung banyak, namun belum
termanfaatkan dengan baik. Dengan SDA yang melimpah, Indonesia masih menjadi
negara yang berkembang, kenapa ?
Jawabannya
adalah karena SDM yang terhitung minim kualitasnya, pengetahuannya, dan
prestasinya.
Pendidikan
yang bagus dari universitas dan perguruan tinggi yang memiliki kualitas yang
baik telah menjamur di Indonesia, namun masih saja SDM tetap kurang
kualifikasinya.
Beasiswa
pendidikan pun telah banyak di Indonesia, bahkan ada yang sampai luar negeri.
Namun
masih saja banyak anak-anak yang merasa kalau kuliah adalah sebuah penghambat.
Apa alasannya ?
Alasannya
karena mereka tidak tahu dan tidak diberi tahu. Kurangnya kita sebagai
masyarakat intelektual untuk berbagi pengetahuan kita kepada mereka. Mereka
adalah generasi selanjutnya setelah kita, jangan kita biarkan mereka menyerah
dengan mimpinya.
Ingat
kita adalah bagian dari mereka di masa lalu yang kini telah menikmati hal yang
seharusnya mereka nikmati pula.
Karena
SDM yang terlatih akan kalah dengan SDM yang terkualifikasi. Itulah gambaran
masa depan.
Mereka
dan pertanyaan itu adalah salah satu hal yang saya alami ketika melakukan
kunjungan ke sekolah-sekolah. Dan akhirnya saya menjelaskan selalu tentang masa
depan, peluang kuliah dan beasiswa. Meskipun saya termenung didalam hati saya
atas semangat mereka yang terhambat karena ketakutan mereka atas mimpi mereka.
Saya
sangat berharap sekali teman-teman intelektual semua yang memiliki peran
penting sebagai pengubah dunia bisa lebih memanfaatkan diri agar bermanfaat
bagi orang lain karena begitu pentingnya keperdulian kita sebagai penentu mimpi
orang lain.
Setelah
selesai sosialisasi, adik-adik di sekolah tersebut sangat antusias dengan info
yang dibagikan. Terlihat jelas harapan mereka yang mulai bersemi dan pertanyaan
mereka yang terjawab.
Ada
banyak lagi sekolah yang semangatnya seperti mereka, namun sedikit sekali yang
mau memperjuangkan usaha mereka sampai sampai titik akhir.
Namun
perjuangan kita belum selesai, dan semangat kita jangan pernah berakhir.
Kita
tetap harus memberikan motivasi terbaik untuk semua orang, karena disitulah
kita bersinar.
Semangatlah
semua pejuang muda, raihlah mimpi bagai mengukir di atas langit.
Karena
harapan bukan sekedar angan jika tekad berjuang terus membara dan doa terbaik
selalu terpanjat, percaya Allah akan selalu bersama kita…
Amin…
^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar